Tuesday, December 06, 2005

Paskah Suzetta, minister for national development planning

Legislator Paskah Suzetta has been appointed minister for national development planning/chairman of National Development Planning Agency (Bappenas) on Monday, December 05, 2005.

Paskah, a deputy treasurer of Golkar Party led by Vice President Jusuf Kalla, is the chairman of House Commission IX in charge of economy and national planning.

Born in Bandung, April 5, 1953, Paskah graduated from political science at Padjajaran University in his hometown. He is a businessman in property and real estates with various housing projects in Wes Java cities such as Bandung, Cibinong, and Padalarang. He established two companies, PT Perisai Daya Usaha (property) and PT Perisai Daya Cipta (trading). He is also the president commissioner of Triniti Group (property business).

Paskah entered politics since his appointment as a member of the house of representatives (DPR) in 1992. A Moslem, Paskah married to Nyanyu Ranni Zahindrun with three children.

As a staunch critic of government's policies, now he should convince public that he has something.


READ MORE!!!

1 Comments:

Anonymous Anonymous said...

Menurut Paskah, meski rencana aksi materplan tersebut telah berjalan selama 5 tahun, banjir tetap akan terjadi dan diharapkan akan tertanggulangi secara sepenuhnya pada 2010. "Banyak orang mengatakan ini bencana tahunan seolah-olah pemerintah tidak punya rencana, tapi sudah ada. Ini tidak bisa diwujudkan sekaligus, meski dananya sudah ada," ujar Paskah.

Sementara itu, Direktur Tata Ruang Bappenas, Lucky Eko Wuryanto, menjelaskan pemerintah telah menganggarkan Rp16,5 triliun untuk penanganan banjir di DKI Jakarta selama 2002-2010. "Rencana aksi tersebut telah dikoordinasikan dengan Departemen Pekerjaan Umum untuk penanganan sungai dan anak sungai yang mengalir ke Jakarta," katanya.

Eko menjelaskan untuk tahap mendesak, pemerintah menyiapkan Rp700 miliar, jangka menengah (3-5 tahun) Rp4,3 triliun, dan jangka panjang (6-8 tahun) Rp11,5 triliun. "Sektor-sektor yang akan dibangun pun ada, penataan ruang, sumber daya air, prasarana perkotaan, dan perumahan," ungkap Eko.

Meskipun demikian, baik Paskah dan Eko belum dapat menjelaskan kemajuan dari rencana aksi penanganan banjir Jakarta 2002-2010, termasuk berapa anggaran yang telah digunakan.

February 06, 2007 7:03 AM  

Post a Comment

<< Home